Tampilkan postingan dengan label kurikulum 2013. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kurikulum 2013. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Mei 2013

Daftar Resmi Tabel Gaji Pokok PNS 2013

Pemerintah kembali menaikkan gaji pokok PNS pada 2013 ini. Pencairan kenaikan gaji ini dirapel dalam 4 bulan dari Januari-April 2013, karena aturannya baru diteken April 2013.

Kenaikan gaji pokok ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2013. Kebijakan ini untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna, serta kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Dalam PP yang telah ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 11 April 2013 itu disebutkan, ketentuan gaji pokok baru PNS yang merupakan perubahan ke-15 atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 itu berlaku pada tanggal 1 Januari 2013.

Dikutip dari situs Sekretariat Kabinet (Setkab), Senin (29/4/2013), PP tersebut berlaku mulai pada tanggal diundangkan, yaitu 11 April 2013. Artinya, ada kemungkinan gaji pada bulan Januari, Februari, Maret, akan dirapel hingga bulan April mendatang, yang diterima PNS pada Mei mendatang.

Berikut daftar gaji terbaru gaji PNS sesuai PP nomor 22 tahun 2013:




Selasa, 23 April 2013

Contoh Info SK Guru PNS dan GTT/PTT yang belum/sudah sertifikasi

Contoh Info SK Guru PNS dan GTT/PTT yang belum/sudah sertifikasi dan masih kuliah mendapat beberapa SK TUNJANGAN yang berhubungan dengan pendataan DAPODIK
bisa anda CEK dan BUKA di sini -->>KLIK DISINI
Bapak2 dan ibu2 yang sudah terbit SK TUNJANGAN seperti di bawah ini segera menghubungi  BANK yang tertera/ditunjuk  sesuai SK untuk pencairan dana
Contoh SK TUNJANGAN YANG TERBIT DI INTERNET
Guru/Wali kelas I














Guru/Wali kelas II




















 Guru/Wali kelas III



















Guru/Wali kelas IV




















Guru Muatan Lokal dan pengelola perpustakaan

Sabtu, 16 Maret 2013

Beberapa Alasan Kurikulum 2013 ditolak

 Jum'at, 15 Maret 2013 , 17:41:00
JAKARTA - Penolakan atas Kurikulum Baru 2013 makin meluas. 1500 orang telah menandatangani petisi tentang penolakan atas konsep perubahan kurikulum yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Petisi itu telah diserakan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Koalisi Pendidikan kepada Mendikbud Muhammad Nuh, agar dijadikan   acuan evaluasi perubahan kurikulum. "Setidaknya ada delapan alasan petisi Tolak Kurikulum 2013 ini," ujar Koordinator Monitoring Kebijakan Publik ICW, Febri Hendri di Kemdikbud, Jumat (15/3).

Alasan pertama, proses perumusan kebijakan perubahan kurikulum tidak terencana dan terburu-buru. Kedua, lanjut dia, mekanisme perubahan kurikulum tidak mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP). Padahal, Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) dengan jelas telah mengamanatkan pemerintah untuk mengembangkan kurikulum dengan mengacu kepada SNP.

Ketiga, pemerintah ditengarai tidak melakukan evaluasi terlebih dahulu terhadap Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang telah diterapkan sejak tahun 2006, tapi kini ingin mengubah kurikulum tersebut menjadi Kurikulum 2013.

Keempat, Kurikulum 2013 cenderung mematikan kreatifitas guru dan tidak mempertimbangkan konteks budaya lokal. Pasalnya, kata Febri, guru telah diberikan buku pegangan dan silabus yang isinya sama sekali tanpa memikirkan konteks lokal.

"Yang kelima, kami melihat target training master teacher terlalu ambisius, sementara buku untuk guru belum dicetak. Guru yang harus disiapkan itu jumlahnya ratusan ribu," tegasnya.

Keenam, anggaran kurikulum 2013 mencapai angka fantastis, yaitu Rp 2,49 triliun. Tapi lebih dari setengahnya atau Rp 1,3 triliun, akan digunakan untuk proyek pengadaan buku yang berpotensi dikorupsi. Sementara, sudah menjadi rahasia umum bahwa pengadaan buku adalah lahan basah.

"Dari catatan ICW sejak tahun 2004–2011 tercatat ada sekitar enam kasus pengadaan buku yang ditindak dengan jumlah kerugian negara mencapai Rp 54,9 miliar," sebutnya.

Alasan ketujuh, pemerintah belum mengeluarkan dokumen kurikulum 2013 resmi. "Hal ini memunculkan pertanyaan, bagaimana penyusunan buku dapat dilakukan jika dokumen kurikulum 2013 saja sampai saat ini belum resmi? Soal buku ini sebenarnya sudah mencuat awal Desember 2012. Pemerintah ketahuan telah mengumpulkan penerbit buku untuk membahas buku-buku kurikulum 2013," jelas Febri.

Alasan terakhir, pengadaan buku untuk Kurikulum 2013 merupakan proyek pemborosan. Pasalnya, setiap tahun sejak 2008, pemerintah aktif membeli hak cipta buku untuk menopang penyediaan buku dengan buku sekolah elektronik (BSE).

Nah, jika memang perubahan kurikulum 2013 sudah direncanakan sejak 2010, seharunya pemerintah tidak melakukan pemborosan. "Pemerintah tinggal tetap membeli hak cipta buku elektronik yang bisa diganti dengan buku Kurikulum 2013," pungkasnya.(fat/jpnn)
Sumber: http://jpnn.com

Jumat, 08 Maret 2013

44.609 SD Pelaksana Kurikulum 2013 Dijaring Melalui Dapodik

Jakarta --- Dari 148.695 sekolah dasar seluruh Indonesia, sebanyak 44.609 (30 persen) diantaranya akan gunakan kurikulum 2013 di tahun ajaran 2013/2014. Perbandingan antara SD negeri dan swasta adalah 90 banding 10 persen. Demikian disampaikan Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kemdikbud, Ibrahim Bafadal, di kantor Kemdikbud, Selasa (5/03).

Ibrahim menerangkan, pemilihan sekolah-sekolah tersebut, berbasis pada data pokok pendidikan (Dapodik), yang memenuhi kriteria. Kriteria pertama yaitu akreditasi, dimana ada dua level akreditasi yang digunakan untuk tahap pertama ini, yakni akreditasi A dan B.

Kedua, ketenagaan dan sumber daya manusia di sekolah tersebut harus lengkap. Di SD, ada enam guru kelas, satu kepala sekolah, guru agama, dan guru pendidikan jasmani dan kesehatan (penjaskes). Dan ketiga, kriteria sarana dan prasarana. Sekolah harus memiliki sarana dan prasarana yang memadai. “Sekolah tidak harus mewah, tapi sarana dan prasarananya memadai, baik gurunya maupun sarana dan prasarananya,” terang Ibrahim pada Selasa (5/03) sore.

Data sekolah hasil penjaringan Dapodik, lanjutnya, dikirim ke kabupaten kota untuk diverifikasi. Apakah benar kondisi sekolah-sekolah yang terpilih melalui Dapodik sesuai dengan kondisi di lapangan. Jika terdapat perubahan, dilaporkan ke Kemdikbud untuk diperbaiki. Perubahan data  bersifat dinamis, yang disebabkan berbagai faktor, misalnya ada rolling guru, atau ada siswa yang pindah.

Ibrahim mengatakan, hingga saat ini tidak ada kabupaten/kota yang keberatan jika sekolah-sekolah di wilayah mereka akan menggunakan kurikulum 2013. “Tidak ada kabupaten/ kota yang menarik diri. Bahkan mereka bertanya-tanya kapan buku mulai diedarkan, untuk penggandaan,” katanya.

Jika tahun 2013 baru 30 persen SD yang kelas 1 dan kelas 4 yang akan menjalankan kurikulum 2013, kata Ibrahim, di tahun 2014 seluruh SD kelas 1, kelas 2, kelas 4, dan kelas 5 akan sepenuhnya menjalankan kurikulum tersebut. Sedangkan untuk kelas 3 dan kelas 6 baru akan menjalankannya pada tahun 2015. (AR)

Sumber  http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/1095

Jumat, 01 Maret 2013

Draf Kurikulum 2013 yang terbaru atau versi terakhir sudah kembali dirilis ke publik

Tahun ajaran baru Juli 2013 Kurikulum baru akan diterapkan di semua jenjang sekolah, termasuk Sekolah Dasar (SD). Draf Kurikulum 2013 yang dirilis saat uji publik sampai sekarang kerap mengalami perubahan. Tetapi draf Kurikulum 2013 yang terbaru atau versi terakhir sudah kembali dirilis ke publik.

Dokumen Draf Kurikulum 2013 ini berisi deskripsi Kompetensi Dasar, dokumen ini berisi pula Kompetensi Inti dan Struktur Kurikulum. Dokumen Draf Kurikulum 2013 untuk SD/MI juga memuat berbagai tema yang diintegrasikan dari Kompetensi Dasar berbagai mata pelajaran. Kompetensi Dasar dikembangkan dari Kompetensi Inti, sedangkan pengembangan Kompetensi Inti mengacu pada Struktur Kurikulum
 Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum SD/MI 2013
 
Kompetensi Inti merupakan kompetensi yang mengikat berbagai Kompetensi Dasar ke dalam aspek sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas, dan mata pelajaran. Kompetensi Inti harus dimiliki peserta didik untuk setiap kelas melalui pembelajaran Kompetensi Dasar yang diorganisasikan dalam pembelajaran tematik integratif dengan pendekatan pembelajaran siswa aktif.

Kurikulum SD/MI menggunakan pendekatan pembelajaran tematik integratif dari kelas I sampai kelas VI. Pembelajaran tematik integratif merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema.

Dalam Draf Kurikulum 2013 untuk SD/MI terlampir Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar juga mata pelajaran yang diajarkan di SD/MI yaitu Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya dan Prakarya, dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, serta Daftar Tema dan Alokasi Waktunya.

Berikut link untuk mendownload Draf Kurikulum 2013:
Download Draf Kurikulum 2013 untuk SD/MI Format PDF
Download Draf Kurikulum 2013 untuk SD/MI Format Doc
Download Draf Kurikulum 2013 untuk SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA

Sumber:  http://www.sekolahdasar.net/2013/02/download-draf-kurikulum-2013-untuk-sdmi.html

Senin, 25 Februari 2013

Kurikulum 2013 Ciptakan Wajah Baru Sekolah

 Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd, Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar (repro foto: http://www.sabilillahmalang.org)
Depok (Dikdas): Juli nanti, Kurikulum 2013 akan diimplementasikan. Tentu ada beberapa perubahan signifikan yang bisa menciptakan sekolah memiliki wajah baru. Perubahan ini akan dialami seluruh jenjang pendidikan, termasuk Sekolah Dasar (SD).

“Cukup signifikan perubahannya, mulai dari penambahan jam pelajaran, kemudian menggunakan pendekatan tematik-integratif,” kata Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd, Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, Jl Raya Cinangka KM 19 Bojongsari, Depok, Selasa kemarin (12/02).

Menurut Ibrahim Bafadal, pada jenjang SD akan ada penambahan jam pelajaran 2 sampai 4 jam per minggu. Tapi demikian, kepulangan peserta didik dari sekolah tidak sampai sore hari.

Penambahan jam pelajaran itu merupakan konsekuensi pendekatan yang digunakan, yaitu tematik-integratif.

“Jadi diperlukan keleluasaan jam di mana anak belajar. Beda bila menggunakan pendekatan ceramah, yang mungkin hanya butuh 30 menit. Tapi karena nanti anak harus melakukan observasi, analisis dan kemudian menyimpulkan, itu memerlukan waktu yang lebih lama,” jelas Ibrahim Bafadal.

Selanjutnya, Ibrahim Bafadal memberi contoh pendekatan tematik-integratif.

“Contoh pendekatan ini adalah mengidentifikasi tema-tema. Ini sudah diidentifikasi oleh Pusat Kurikulum, bahwa kelas satu itu ada 8 tema, dan kelas empat itu ada 9 tema. Salah satu temanya misalkan adalah ‘diriku’. Tema ini sebagai pengikat untuk seluruh mata pelajaran. Jadi IPA tentang ‘diriku’, dan IPS juga tentang ‘diriku’. Sehingga nanti, ketika anak-anak itu mempelajari ‘diriku’ maka dari seluruh kompetensi dan mata pelajaran itu sudah terjangkau. Maka kemudian ada buku yang disebut buku babon, yang berisikan satu tema dan di dalamnya ada aspek IPA, Kesehatan, IPS, dan lainnya,” tutur Ibrahim Bafadal.


Tigapuluh Persen dari Total SD Akan Implementasikan Kurikulum 2013
Menurut Guru Besar Universitas Negeri Malang ini, Juli 2013 nanti, Kurikulum 2013 akan diimplementasikan pada 30 persen dari seluruh SD di Indonesia.

“Dari seluruh SD yang ada di kabupaten/kota, hanya diambil 30 persen. Katakanlah, satu kabupaten/kota itu ada 1000 SD maka kita ambil 30 persen dari 1000 tadi. Ini pun hanya untuk kelas 1 dan 4. Kelas 2, 3 dan 5, 6 itu nanti,” ujar Ibrahim Bafadal.

Pada tahun 2014, lanjut Ibrahim Bafadal, Kurikulum 2013 akan diimplementasikan pada 70 persen SD di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

“Jadi kekurangan yang 70 persen di tahun 2013 itu akan dilunasi, plus melibatkan kelas 2 dan 5. Sehingga pada tahun 2014 itu ada 4 kelas yang ikut, yaitu kelas 1, 2, 4 dan 5. Bagaimana dengan kelas 3 dan 6? Dua kelas ini pada tahun 2015, dan sekaligus melibatkan kelas 1, 2, 4 dan 5. Jadi, di tahun 2015 nanti seluruhnya ikut,” tambahnya.

Sementara itu mengenai calon sekolah yang akan menerapkan Kurikulum 2013, Ibrahim Bafadal menyebut ada beberapa kriteria yang dijadikan landasan memilih.

“Kriteria pemilihannya adalah sebagai berikut: 1) kriteria level, baik yang akreditasi A, B, dan C itu harus terwakili semuanya. Jadi jangan sampai SD A semua yang ikut. Tapi harus ada keadilan dan pemerataan. 2) Negeri dan swasta harus ada yang mewakili. 3) SDM-nya harus siap. Artinya, sekolah-sekolah yang kami pilih itu memiliki SDM yang lengkap di mana ada guru kelas 1 dan 4. Ada Guru Agama, ada Guru Penjaskes, dan kualifikasinya adalah S1. Nah, untuk guru ini harus menguasai banyak hal. Dia harus menguasai IPA, IPS, Matematika, dan Bahasa Indonesia. Untuk Agama itu oleh Guru Agama sendiri, begitu juga olahraga. Tapi sesungguhnya untuk SD itu tidak masalah, karena ada guru kelas yang biasanya menguasai semua mata pelajaran,” jelas Ibrahim Bafadal.


Guru dan Buku
Dalam rangka menyambut pelaksanaan Kurikulum 2013 nanti, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedang menyiapkan guru dan buku khusus Kurikulum 2013.


“Untuk guru itu disiapkan oleh badan SDM dan Direktorat P2TK, baik di jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Untuk buku, penyusunannya oleh Puskurbuk Balitbang hingga menjadi dummy. Sementara penggandaan dan pendistribusiannya menggunakan dua pola. Pertama, untuk SD itu mengunakan dana APBN, mulai penggandaan hingga pendistribusian ke sekolah-sekolah yang terpilih. Kedua, untuk SMP dan SMA, sebagian ada yang menggunakan APBN, dan ada sebagian mengggunakan dana DAK. Mengapa dipilah? Karena ada kabupaten/kota yang tidak terima DAK SMP dan SMA/K. Sehingga yang tidak terima itu dibantu oleh pusat. Sementara di SD, dalam DAK itu tidak dicantumkan penggandaan buku, sehingga semua buku untuk SD yang 30 persen tadi diadakan di pusat dan didistribusikan ke daerah,” jelas Ibrahim Bafadal.

Pada buku untuk Kurikulum 2013 nanti, lanjut Ibrahim Bafadal, yang dihitung tidak hanya jumlah temanya saja, tapi juga berapa jumlah guru dan siswa yang akan menerima buku.

Adapun untuk calon guru penyampai Kurikulum 2013, akan ditetapkan pola seleksi.

“Apakah ada penilaiannya? Saya kira ada. Karena Pak Wamen menegaskan bahwa dalam memilih guru pengajar Kurikulum 2013 harus ada evaluasi dulu, jangan sampai tidak punya integritas dan tidak punya pemahaman terhadap Kurikulum 2013,” pungkas Ibrahim Bafadal, seraya berpesan kepada semua pemangku kepentingan pendidikan, sekaligus pemerhati pendidikan, media dan LSM, agar mendukung program nasional ini hingga bisa berjalan dengan sebaik-baiknyanya.*(M. Adib Minanurokhim)
Sumber  http://118.98.166.62/content/berita/utama/kurikulum-20.html

Minggu, 24 Februari 2013

Guru Jangan Diberi Beban Akademik Politik


BANYUWANGI -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, meminta semua pihak untuk tidak memberi "beban akademik" dan "beban politik" kepada guru. Beban yang membuat efektivitas pembelajaran tidak tercapai dan akhirnya siswa yang dirugikan.
"Jangan bebani guru secara akademik seperti membuat silabus dan 'beban politik' seperti politisasi dunia pendidikan," katanya dalam Sosialisasi Kurikulum 2013 di hadapan ribuan pengawas, kepala sekolah, dan guru se-Banyuwangi di Aula Poliwangi, Banyuwangi, Minggu.
Nuh menjelaskan Kurikulum 2013 akan mendudukkan pendidikan pada efektivitas pembelajaran untuk kepentingan siswa.
"Akibat beban berlebihan itu, akhirnya guru sibuk membuat silabus dan tidak memiliki waktu untuk mendidik siswanya dengan kompetensi, kognitif, afektif, dan psikomotorik,'' katanya. ''Bahkan, mereka hanya memberikan kognitif. Kognitifnya pun hanya hafalan. Apalagi, mereka ditambah beban politik.''
Nuh mengatakan pemberian beban secara berlebihan kepada guru tidak hanya merugikan siswa. Namun, hal itu juga merupakan pendzaliman kepada guru.
"Jangan mendzalimi guru karena guru itu memegang kunci, yakni kunci masa depan," katanya.
Sumber  http://www.indonesiaheadlines.com

Diberlakukannya Kurikulum 2013 berdampak pada keberlangsungan UN SD/MI


Jakarta - Akan diberlakukannya kurikulum 2013 dalam dunia pendidikan di Indonesia ternyata berdampak pada keberlangsungan Ujian Nasional (UN). Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh, kemungkinan UN akan dihapuskan.

M. Nuh mengatakan saat ini pihaknya sedang menunggu proses evaluasi yang menentukan apakah UN akan dihapus atau hanya akan diubah posisinya."Kurikulum baru sudah jelas kami sampaikan, proses evaluasi atau tahap penilaian juga berubah. Oleh karena itu keberadaan UN harus di review kembali. Apakah hasilnya nanti dihapus atau posisinya dirubah," kata M. Nuh usai sosialisasi kurikulum 2013 dan meresmikan Gedung Pascasarjana serta peletakan batu pertama pembangunan Balairung Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Semarang, Sabtu (23/2/2013).

Meski belum mengetahui hasil evaluasi tersebut, namun kemungkinan besar untuk UN tingkat Sekolah Dasar (SD) akan dihapuskan. Penghapusan UN SD, lanjut M. Nuh tidak akan dilakukan tahun ini karena pelaksanaan UN yang tidak lama lagi yaitu pada bulan Mei 2013.

"Kemungkinan besar UN SD akan ditiadakan. Yang jelas bukan tahun ini soalnya tahun ini kan mau ujian," tandasnya.

Sementara itu untuk UN yang masih akan dilakukan tahun ini, dalam pengawasannya akan dilakukan sistim silang pengawas yaitu pengawas tidak dari sekolahnya sendiri.

"UN pengawasannya yang penting silang. Silang antar sekolah," tegas M. Nuh.

Selain itu dalam kurikulum 2013 akan ada beberapa perubahan di kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), contohnya pembelajaran agama dan budi pekerti yang akan ditambah jam belajarnya.

"Pelajaran agama yang sebelumnya hanya dua jam, nanti akan menjadi empat jam. Karena, penanaman budi pekerti, tata krama penting dan harus diajarkan agar anak-anak memiliki kepribadian yang baik," kata mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu.(alg/gah)
Sumber  http://news.detik.com/

Rabu, 13 Februari 2013

Kurikulum 2013 Kurangi Beban Guru

Perubahan mendasar pada kerangka kerja penyusunan kurikulum 2013 adalah terkait tata kelola pada satuan pendidikan dan peran guru. Jika pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), satuan pendidikan dan guru diberikan kewenangan menyusun silabus maka pada kurikulum 2013 beban tersebut ditanggung oleh pemerintah.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menyampaikan, seperti diberlakukan pada Kurikulum Berbasis Kompetensi, pada kurikulum 2013 nanti, guru tidak dibebani menyusun silabus. Dengan dikurangi beban tersebut maka efektivitas pembelajaran diharapkan meningkat. “Buku-buku disiapkan, sehingga para guru lebih khusyuk mengajar atau meningkatkan proses pembelajaran,” katanya pada acara Silaturahmi Mendikbud dengan Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah di kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, DIY, Rabu (30/1/2013).
Hadir sebanyak 4.000 peserta terdiri atas guru dan kepala sekolah lingkup Muhammadiyah di wilayah DIY dan sejumlah kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Mendikbud mengungkapkan, pada KTSP para guru harus menyusun silabus, sehingga beban guru menjadi berat. Akibatnya, efektivitas belajar menjadi sedikit karena guru repot membuat silabus. Karena harus menyusun silabus, maka guru dituntut memiliki kompetensi tinggi. Sementara dari sisi kewenangan guru hampir mutlak, tetapi pada kurikulum 2013 kewenangan guru terbatas. “Beban dikurangi supaya tidak melebihi tanggung jawab yang dimiliki,” katanya.
 Mendikbud mengatakan, kurikulum 2013 yang dikembangkan saat ini adalah desain minimum. Artinya, sekolah dapat mengembangkan lebih bagus lagi. Meskipun tidak lagi menyusun silabus, katanya, guru tidak perlu khawatir kehabisan ruang kreativitas. “Masih banyak ruang kreativitas yang dapat dimanfaatkan oleh guru di dalam proses belajar mengajar,” katanya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga DIY Kadarmanta Baskoro Aji menyampaikan, selama ini pada KTSP, guru menyiapkan kurikulum secara mandiri dari standar isi yang sudah ada. Walaupun, kata dia, selama ini banyak kurikulum yang dibuat bersama-sama melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). “Pada kurikulum 2013, silabus sudah disiapkan oleh kementerian, guru tinggal menyampaikan dan menyiapkan materi,” katanya.
Menurut Kadarmanta, saat ini yang penting dipelajari oleh guru adalah cara berpikir yang terbalik. Kalau pada KTSP ditentukan dahulu standar isinya, maka pada kurikulum 2013 ditentukan standar kelulusannya terlebih dahulu. Setelah itu, baru berpikir tentang standar isi dan proses pembelajaran. “Tidak begitu sulit kok perubahan kurikulum dari KTSP ke 2013 karena kurikulum ini lebih sederhana,” katanya.
Peserta acara, Susminingsih, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Ponorogo, Jawa Timur, mengatakan, penyusunan silabus membutuhkan waktu lama. Dia mencontohkan, untuk satu kompetensi dasar membutuhkan waktu mengerjakan sampai dua jam. “Kalau (beban menyusun) silabus dikurangi, kami tinggal mengembangkan indikatornya,” katanya. Dirinya juga mengaku tidak risau terhadap adanya perubahan kurikulum. (ASW).

Isi Buku Kelas 1 SD Kurikulum 2013 Didominasi Gambar

Jakarta—Isi buku kelas 1 sekolah dasar (SD) di kurikulum 2013 didominasi gambar. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menyampaikan, peserta didik kelas 1 SD belum saatnya membaca dan terutama menulis. Oleh karena itu, kata dia, isi bukunya lebih banyak gambarnya.
“Ini contoh-contohnya, bagus gambarnya warna-warni, dan anak langsung kerjakan di sini,” kata Mendikbud saat memberikan keterangan pers usai penutupan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, Depok, Jawa Barat, Selasa(12/2/2013).
Mendikbud menyampaikan, untuk materi tematik integratif maka dalam satu tema terdapat berbagai substansi mata pelajaran seperti bahasa Indonesia, matematika, dan pendidikan kewarganegaraan. “Ini tema ‘diriku jujur tertib dan bersih’. Ini juga contoh lain ‘lingkungan bersih indah dan asri’,” katanya sambil memperlihatkan beberapa buku kepada awak media.
Jumlah buku untuk kelas 1 SD sebanyak delapan tema, sedangkan buku kelas 4 SD sebanyak sembilan tema, ditambah enam buku agama. Satu tema akan diajarkan selama empat minggu
Peserta didik, kata Mendikbud, sudah diperkenalkan terhadap angka dan huruf. “Mereka memang baru belajar membaca dan menulis. Ini adalah contoh-contoh buku yang sudah kita siapkan,” ujarnya
Pada buku tersebut juga ada penokohan nama yang merepresentasikan daerah asal mereka. Mendikbud mencontohkan, nama Siti mewakili dari Jawa, Beni (Sumatera, Batak), Lina (Menado), Udin (Sunda, Jawa), Dayu (Bali), dan Edo (Papua). “Wajahnya beda-beda. Artinya, dari awal yang ingin kita bangun representasi dari Indonesia. Nama agama pun juga ada di sini,” katanya.
Mendikbud menambahkan, materi kesenian pun juga sudah ada di buku ini. Ada pelajaran ‘ayo menyanyi’, untuk materi kebersihan juga sudah diperkenalkan sikat gigi dan seterusnya. “Tempat ibadah pun juga kita perkenalkan semuanya, seperti masjid, gereja, pura, dan kelenteng. Tapi ini bukan pelajaran agama. Pelajaran agama ada tersendiri. Ini pelajaran nonagama,” katanya.
Sesuai rencana, buku yang akan digunakan sebagai bahan pelatihan guru ini akan selesai pada akhir bulan ini. “Insya Allah akhir Februari bisa dirampungkan,” kata Menteri Nuh. (ASW)

Senin, 03 Desember 2012

Draft Resmi Kurikulum 2013



Mulai tanggal 29 November 2013 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengumumkan Draft Resmi Kurikulum 2013. Draft ini juga bisa diuji publik secara online di http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id/. Adapun Draft Resmi Kurikulum 2013 seperti Linknya bisa dowload di sini (pdf) atau di sini (pptx)

Selasa, 13 November 2012

Pengembangan Kurikulum 2013: Menuju Tercapainya Kompetensi yang Berimbang

Jakarta. 13 November 2012. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tengah melakukan pengembangan kurikulum SD, SMP, SMA dan SMK. Saat ini prosesnya sedang dibahas bersama  instansi terkait di bawah koordinasi Wakil Presiden. Sekitar akhir Nopember 2012, kurikulum 2013 ini akan diuji publik guna mendapatkan masukan dari berbagai kalangan masyarakat.

Orientasi pengembangan kurikulum 2013 adalah tercapainya kompetensi yang berimbang antara sikap (attitude), keterampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge). Disamping itu, cara pembelajarannya yang holistik dan menyenangkan.

Melalui pengembangan kurikulum seperti ini, para peserta didik di sekolah dasar sampai sekolah menengah diharapkan memiliki tidak saja jumlah pengetahuan dan kemampuan teknis yang memadai tetapi juga sikap dan karakter sebagai individu, anggota masyarakat, dan warga negara Indonesia yang multikultur.

Banyak aspek dalam pengembangan kurikulum mulai dari kompetensi lulusan, struktur kurikulum, materi pembelajaran, proses pembelajaran, standar penilaian, hingga pengelolaan kurikulum itu sendiri. Dalam kurikulum 2013,  kompetensi lulusan harus lengkap memuat aspek-aspek karakter mulia, keterampilan yang relevan, dan pengetahuan-pengetahuan  yang memadai.



Untuk struktur kurikulum, terkait dengan banyaknya mata pelajaran yang merupakan wadah untuk mengasah kompetensi dan jumlah jam belajar perminggu yang diperlukan untuk mencapai standar komptensi lulusan yang diiinginkan.

Untuk materi pembelajaran diarahkan pada penyediaan materi esensial yang relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan dan sesuai dengan tingkat perkembangan anak sehingga peserta didik tidak terbebani terlalu berat. Sedangkan untuk proses pembelajarannya berpusat pada peserta didik (student centered active learning) dan pembelajaran yang bersifat kontekstual yang mengacu pada pendekatan sains melalui proses mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta. Untuk aspek penilaian, Kurikulum 2013, akan menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik secara proporsional melalui penilaian berbasis test dan portofolio yang saling melengkapi.

Terkait dengan pengelolaan, Kurikulum 2013 akan memberi ruang bagi Pemerintah Pusat dan Daerah atas kendali kualitas dalam pelaksanaan kurikulum di tingkat satuan pendidikan, disamping satuan pendidikan yang mampu menyusun kurikulum dengan mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah. Agar pelaksanaan kurikulum berjalan optimal, pemerintah menyiapkan semua komponen kurikulum sampai buku teks dan pedoman.
Tematik Integratif
Salah satu ciri kurikulum 2013, khususnya untuk SD adalah bersifat tematik integratif. Dalam pendekatan ini, mata pelajaran IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua mata pelajaran. Prosesnya, tema-tema yang ada pada dua pelajaran itu diintegrasikan kedalam sejumlah mata pelajaran. Untuk IPA menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia , Matematika, dll. Untuk IPS menjadi materi pembahasan pelajaran PPKN, Bahasa Indonesia, dll.

Dua hal penting lain dalam Kurikulum 2013 adalah muatan lokal dan pengembangan diri. Muatan lokal menjadi materi pembahasan Seni Budaya dan Prakarya serta Penjasorkes. Mata pelajaran Pengembangan Diri diintegrasikan ke semua mata pelajaran

Dengan demikian tidak ada substansi pelajaran yang hilang dari kurikulum SD ini. Substansi pelajaran sains justeru menjadi muatan kurikulum. Dengan demikian kurikulum 2013 untuk tingkat SD merupakan kurikulum berbasis sains

Untuk bahasa Inggris di SD, keberadaannya dipertahankan. Seperti halnya pada kurikulum 2006, bahasa Inggris tetap sebagai mata pelajaran dalam kelompok muatan lokal dalam Kurikulum 2013. Jadi setiap sekolah dapat menyesuaikan untuk membukanya sebagaimana telah berlangsung selama ini.

Sementara itu, untuk kurikulum SMP, SMA dan SMK pendekatannya adalah mata pelajaran. Hal ini juga sejalan dengan kenyataan bahwa guru di SMP, SMA dan SMK adalah guru mata pelajaran. Sementara untuk SD adalah guru kelas.

Uji Publik

Kurikulum 2013 ini diharapkan bisa diterapkan mulai tahun ajaran baru 2013. Namun sebelumnya akan dilakukan uji publik sekitar akhir Nopember 2012. Masyarakat dapat memberikan masukan atas setiap elemen kurikulum mulai dari Standar Kompetensi Lulusan (SKL), standar isi, standar proses hingga standar evaluasi. Dengan adanya uji publik ini, diharapkan kurikulum yang terbentuk nanti telah menampung aspirasi masyarakat seluas-luasnya.

Pada saatnya nanti, uji publik akan dilakukan secara aktif maupun pasif.  Termasuk kedalam kategori aktif, Kemdikbud akan mengundang berbagai pihak untuk dimintai masukan dalam bentuk diskusi atau seminar. Sedangkan yang dimaksud pasif, Kemdikbud akan menampung beragam aspirasi yang disampaikan publik kepada Kemdikbud.

Sumber  http://wapresri.go.id/

Jumat, 26 Oktober 2012

UJI PUBLIK KURIKULUM SD 2013

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mengajukan perubahan kurikulum pendidikan yang baru pada Wakil Presiden Boediono pada 8 November untuk dikonsultasikan.

"Akan dikonsultasikan dengan Wapres 8 November," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh di Tangerang, Banten, Senin.

Nuh menjelaskan ada tiga tahapan dalam pembahasan dan penyusunan kurikulum pendidikan, yakni pembahasan kurikulum di internal kementerian, konsultasi dengan Wakil Presiden dan uji publik.

Pihaknya berharap uji publik dapat diselenggarakan pada Desember 2012.


Ada tiga pendekatan dalam uji publik. Pertama, melalui pendekatan pasif yang dilakukan dengan mengunggah bahan-bahan kurikulum baru ke website agar mudah diakses oleh publik. Kedua, membahas materi kurikulum di seminar-seminar maupun dalam focus diskusi kelompok. Terakhir, pengujian kurikulum pada guru.

"Kurikulum tidak bisa hanya dilihat dari perspektif murid, kita lakukan uji pada guru. Guru berpengaruh besar dalam penyampaian kurikulum ke siswa," katanya.

Sementara itu, pemerintah telah membentuk tim perubahan kurikulum untuk menjaring aspirasi dari berbagai pakar pendidikan, diantaranya sastrawan Goenawan Mohamad, sejarawan Taufik Abdullah, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan dan pakar fisika Yohanes Surya.

Mulai 2013

Nuh merencanakan kurikulum baru mulai diterapkan pada 2013 mendatang.

Senada dengan Nuh, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Musliar Kasim pada Minggu, 21/10, menyebutkan pembahasan dan penyusunan kurikulum pendidikan yang baru masih terus menyerap aspirasi dan masukan dari masyarakat, pakar dan juga dari beberapa pemangku kepentingan pendidikan di Indonesia.

Salah satunya yang mendapat respon dari masyarakat adalah terkait penyederhanaan kurikulum, termasuk melakukan pemadatan pada mata pelajaran yang diajarkan di sekolah.

"Penyederhanaan kurikulum menjadi salah satu yang mendapat respon cukup signifikan, termasuk adanya pengurangan mata pelajaran seperti di tingkat SD," katanya.

Hal itu untuk merespon adanya pendapat yang menyebutkan anak dijejali pelajaran banyak, sehingga dilakukan penyesuaian dalam kurikulum baru.

Musliar mencontohkan, dalam kurikulum baru untuk tingkat SD diwacanakan hanya ada enam mata pelajaran yakni agama, PPKN, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya dan Pendidikan. (ANT)Jakarta [SAPULIDI News]

 Kurikulum baru untuk tahun ajaran 2013/2014 masih dalam tahap pembahasan tingkat internal. Meski begitu, polemik mengenai penghapusan mata pelajaran Bahasa Inggris dalam kurikulum baru tersebut semakin ramai.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Musliar Kasim mengatakan bahwa yang dimaksud olehnya bukan penghapusan mata pelajaran Bahasa Inggris untuk sekolah dasar, melainkan tidak dijadikan mata pelajaran wajib bagi anak sekolah dasar.

"Bukan dihapus, tapi tidak diwajibkan. Sekarang pun pelajaran Bahasa Inggris tidak diwajibkan," kata Musliar kepada Kompas.com, Kamis (25/10/2012).

Ia menjelaskan bahwa bagi sekolah yang ingin menjadikan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran tambahan diperbolehkan untuk memasukkannya sebagai muatan lokal atau dalam kegiatan ekstrakurikuler.

"Jadi intinya tidak diwajibkan. Misal, nanti ada yang dapat nilai merah untuk Bahasa Inggris, ya tidak boleh terus tidak dinaikkan," ungkap Musliar.

Selanjutnya, ia mengatakan bahwa mata pelajaran Bahasa Inggris ini tidak diwajibkan untuk sekolah dasar karena melalui banyak pertimbangan. Salah satunya adalah kurangnya tenaga pengajar untuk mata pelajaran ini di daerah terpencil.

"Kadang Bahasa Indonesia saja masih sulit. Kalau dipaksakan, Bahasa Inggris jadi wajib, takutnya malah berpengaruh pada anak-anak. Salah cara mengajar bisa membuat anak-anak jadi tidak tertarik belajar," ungkapnya.

"Tapi jika ingin memberikan pengetahuan Bahasa Inggris lewat video atau film kartun pada anak di sekolah, itu diperbolehkan," tandasnya. [KOMPAS.com]